Parampaa Land
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Parampaa Land merupakan situs dari layanan permainan pertanyaan secara online yang bernama Quiz Perampaa. Permainan ini diciptakan oleh Bisri Mustova atau Masova. Inspirasi permainan ini berasal dari permainan yang bernama The Impossible Quiz yang diciptakan oleh Gleen Rhodes.
Daftar isi
1 Ide Tokoh Parampaa
2 Asal Nama Parampaa
3 Produk Parampaa Land
3.1 Quiz Parampaa
3.1.1 Aturan Main
3.1.2 Sekuel Quiz Parampaa
3.2 Komik Parampaa
4 Referensi
Ide Tokoh Parampaa
Sejak 2008, Parampaa merupakan tokoh emoticons / smiley yang diciptakan oleh Bisri Mustova karena ia bosan dengan emot2 kuning yang beredar di dunia maya. Karena sepertinya jarang desainer emot yang memakai warna hijau, maka emot yang dibuat oleh Bisri Mustova diberi warna hijau.
Asal Nama Parampaa
Asal nama Parampaa bermula ketika keponakan Bisri Mustova yang sedang berumur 2 tahun memanggil-manggil namanya dan mengucapkan Masova sebagai Mampaa. Dari kata Maampa itulah kemudian Bisri Mustova mengulik lagi menjadi Parampaa.
Produk Parampaa Land
Parampaa Land memiliki 2 macam produk, yaitu:
Quiz Parampaa
Komik Parampaa
Quiz Parampaa
Quiz Parampaa yaitu permainan pertanyaan secara online yang berada di alamat Parampaa.net. Awalnya, Quiz Parampaa berada di blog milik Bisri Mustova, tetapi karena antusiasme masyarakat yang semakin besar, maka permainan ini dipindah ke alamat Parampaa.net. Pertanyaan-pertanyaan yang berada di permainan ini tidaklah serius namun menjawab pertanyaan di permainan ini harus membutuhkan logika karena bisa saja jawabannya melenceng dari pertanyaannya.
Aturan Main
Di permainan ini terdapat tiga hati yang merupakan tiga kali kesempatan jika jawabannya salah.
Beberapa level mempunyai bom yang akan menamatkan semua nyawa dengan waktu 10 detik untuk menghentikan bomnya.
Saat menjawab pertanyaan, dianjurkan untuk tidak menekan tombol "Ctrl" atau "Tab". jika salah satu dari kedua tombol ini ditekan maka di layar akan ditampilkan tuisan yang berbunyi: "Curang!!!" dengan tombol "Ctrl" atau "Tab" yang disilang.
Sekuel Quiz Parampaa
Quiz Parampaa memiliki 3 sekuel, yaitu:
Quiz Parampaa 1
Quiz Parampaa 2
Quiz Parampaa Kita Bersama
Komik Parampaa
Komik Parampaa yaitu bagian lain dari Quiz Parampaa berupaka cerita komedi pendek. Komik ini terdapat di blog milik Bisri Mustova.
Entri Populer
-
Buat anda yang ingin mengucapkan sesuatu yang special untuk kekasih anda sebelum tidur ada baiknya anda menyiapkan sebuah kata kata roma...
-
Cerita Sedih Tentang Ibu Cerita Sedih Tentang Ibu - Ini adalah cerita sedih tentang Ibu yang mungkin dapat menjadi inspirasi bagi kita yan...
-
DIATAS LANGIT ADA LANGIT Dalam suatu acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Istiqlal Tahun 1980, ketika itu zaman masih bernama o...
-
expect something that has been lost. . . :-)) Gimana Yah, , susah nih buat ngungkapin ma kata", , hehe. .
-
Parampaa Land Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini Belum Diperiksa Langsung ...
-
Lucas Scott Qoute's -“Regret comes in all shapes and sizes. Some are small like when we do a bad thing for a good reason. Some are bi...
Rabu, 06 Juni 2012
Senin, 04 Juni 2012
Cerita Sedih Tentang Ibu
Cerita Sedih Tentang Ibu
Cerita Sedih Tentang Ibu - Ini adalah cerita sedih tentang Ibu yang mungkin dapat menjadi inspirasi bagi kita yang membacanya agar senantiasa menyayangi Ibu yang sejauh ini telah bersusah payah untuk membesarkan kita. Cerita sedih tentang Ibu ini aslinya berjudul pengorbanan seorang Ibu yang saya peroleh dari situs cerpen.web.id.
Berikut adalah cerita sedih tentang ibu selengkapnya, semoga teman-teman merasa terhibur sekaligus mendapatkan inspirasi dengan kehadiran cerita ini. Selamat membaca...
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.
Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.
Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.
Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.
Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.
"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.
Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.
Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
Cerita Sedih Tentang Ibu - Ini adalah cerita sedih tentang Ibu yang mungkin dapat menjadi inspirasi bagi kita yang membacanya agar senantiasa menyayangi Ibu yang sejauh ini telah bersusah payah untuk membesarkan kita. Cerita sedih tentang Ibu ini aslinya berjudul pengorbanan seorang Ibu yang saya peroleh dari situs cerpen.web.id.
Berikut adalah cerita sedih tentang ibu selengkapnya, semoga teman-teman merasa terhibur sekaligus mendapatkan inspirasi dengan kehadiran cerita ini. Selamat membaca...
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.
Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.
Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.
Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.
Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.
Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.
Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.
Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.
Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.
Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.
Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.
Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"
"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.
"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.
Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"
Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.
Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
DIATAS LANGIT ADA LANGIT
Dalam suatu acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Istiqlal Tahun 1980, ketika itu zaman masih bernama orde baru dan pemimpinnya adalah orang kuat bernama Soeharto, berbicaralah seorang ulama besar yang faham dan pemikirannya masih hidup sampai sekarang, ulama itu telah lama meninggalkan kita semua menghadap kehadiratNya, beliau adalah Haji Abdul Malik Karim Amarullah yang lebih populer dengan panggilan Buya Hamka. Acara yang dihadiri oleh ribuan umat Islam termasuk didalamnya Kepala Negara beserta Menteri Kabinet saat itu dan disiarkan langsung oleh TVRI serta disaksikan oleh jutaan pasang mata seantero Negeri ini.
Sungguhpun acara itu sudah lama berlalu, tetapi isi dan makna yang disampaikan oleh Buya Hamka dalam membawa ajaran tentang kedudukan manusia ini masih relevan sampai saat ini, inilah sebagian ceramah Buya Hamka dengan gaya bahasa dan suara serak serak basah, Islam itu indah, dia mengajarkan hubungan yang sakral antara makhluk dengan khalidNya, kita dapat mengambil hikmah dibalik ucapan bahasa yang ada, simaklah kata Buya Hamka apa yang diucapkan didalam shalat, kita memulainya dengan kalimah “Allahu Akbar,” bibir mengucapkan kalimah suci, hati bergetar dengan ucapan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar jika dibaca dengan hati dan pemahaman yang dalam akan menyadarkan manusia akan posisi siapa Saya, simaklah kehidupan dunia ini, ketika orang diangkat menjadi Lurah, mula-mula berubah segala gaya kehidupannya, seakan-akan tak ada lagi orang yang lebih besar dari padanya yang dulunya ramah kini sudah pendiam seperti orang sakit gigi, jalan dielok-elokkan, kening dikerut-kerutkan seperti orang berfikir keras, tak hanya dirinya yang berubah, anak dan keluarga ikut-ikutan pula berubah total, tak lama sesudah diri merasa terlalu besar, datanglah Camat ketempat Lurah itu, menekur Kepala Lurah tadi, berkeringat dingin badan rasanya, karena merasa diri yang tadinya besar kini terasa kecil, rupanya ada yang lebih tinggi dari jabatan yang dimiliki.
Maklumlah seorang Camat, disaku ada “menggo” bertengger, pergi ke kantor sudah dengan mobil ber plat merah, sudah pakai supir segala, mula-mula seperti “kuduang” dapat cincin, sudah lempang pula tangan berjalan, sudah menghadap kemata hari pula ketika berjalan, seakan akan diri sudah yang terbesar, rupanya dihadapan Bupati menggigil lutut Pak Camat, berlinang-linang saja air mata, terasa diri sangat kecil, lunglai jalannya sesudah itu, tak lama sesudah Bupati merasa seperti seorang raja, karena ketika bicara tak ada yang menyanggah, makan dan minum dibiayai Negara, pakai ajudan dan sespri segala, ruangan pakai AC pendingin, mobil begitu pula, rumah pakai pengaman, dalam mematut-matut diri datanglah panggilan Pak Gubernur, tak tentu arah Bupati jadinya, entah apa pula kesalahan yang diperbuat, sempit kerongkongan dirasakan, bergegas dia datang menghadap, disusunnya jari dihadapan Gubenur, diletakkan tangan diatas paha, dilurusksannya ujung sepatu, ditanya satu dijawab satu, tiap sebentar dilap juga kening oleh Pak Bupati, karena peluh datang tanpa diundang, terasa benar kecil dirinya.
Tak menunggu waktu yang begitu lama dipanggil pula Gubernur oleh Presiden, agak kaku suara yang memanggil, tergopoh-gopoh Pak Gubernur mempersiapkan segala sesuatu, dipanggil ini dipanggil itu sebagai bahan yang akan dibawa, segala urusan yang lain ditinggalkan, tak lama sesudah itu, diruangan tamu Kepala Negara duduklah Gubernur menunggu titah dari sang Presiden, berpeluh dingin Gubenur dibuatnya, terasa benar kecilnya diri, selesai titah sang Presiden Gubernur pergi dan tinggallah Presiden dalam kesendirian, sedang merenung-renung diri, terdengarlah suara azan berkumandang, bergegas Pak Presiden mengambil wuduk, lalu ditelentangkannya sajadah, diangkat kedua tangan dan diucapkan Allahu Akbar, khusuk shalat sang Presiden dia rukuk dan dia sujud menghambakan diri kehadiratNya, dalam nuansa itu terasa diri menjadi kecil, itu pertanda bahwa masih ada yang paling besar ialah Allah SWT.
Didalam Mesjid yang begitu besar, diisi oleh orang-orang yang merasa besar, hening bagai ditengah malam buta, semua terpaku menyadari akan isi yang disampaikan, karena semua yang diperkatakan oleh Buya Hamka benar adanya, seakan akan ceramah itu menyindir siapa saja yang mendengar saat itu.
Ceramah itu sudah lama berlalu yang menyampaikan sudah dialam barzah, sebagian yang mendengar telah banyak pula yang dipanggil menghadapNya, tetapi isi ceramah masih dapat dijadikan sebagai cermin pengukur diri, masih relevan untuk menyadarkan akan “siapa Saya,” masih dapat dijadikan sebagai reverensi, bahwa diatas langit masih ada langit, bahwa hidup akan berputar, tak ada yang abadi didunia ini yang hari ini diatas pada saatnya akan dibawah juga, paling tidak ketika ajal menjemputnya, dia akan dikubur diperut bumi, oleh karena itu untuk apa sombong dengan jabatan dan harta yang dimiliki, karena pada akhirnya dia akan meninggalkan kita juga, atau kita yang meninggalkannya, untuk apa pula mengganggap diri terlalu besar dan terlalu tinggi, karena pasti ada yang lebih tinggi dan besar dari yang dimiliki, diatas langit pasti ada langit lagi. ***
Dalam suatu acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Mesjid Istiqlal Tahun 1980, ketika itu zaman masih bernama orde baru dan pemimpinnya adalah orang kuat bernama Soeharto, berbicaralah seorang ulama besar yang faham dan pemikirannya masih hidup sampai sekarang, ulama itu telah lama meninggalkan kita semua menghadap kehadiratNya, beliau adalah Haji Abdul Malik Karim Amarullah yang lebih populer dengan panggilan Buya Hamka. Acara yang dihadiri oleh ribuan umat Islam termasuk didalamnya Kepala Negara beserta Menteri Kabinet saat itu dan disiarkan langsung oleh TVRI serta disaksikan oleh jutaan pasang mata seantero Negeri ini.
Sungguhpun acara itu sudah lama berlalu, tetapi isi dan makna yang disampaikan oleh Buya Hamka dalam membawa ajaran tentang kedudukan manusia ini masih relevan sampai saat ini, inilah sebagian ceramah Buya Hamka dengan gaya bahasa dan suara serak serak basah, Islam itu indah, dia mengajarkan hubungan yang sakral antara makhluk dengan khalidNya, kita dapat mengambil hikmah dibalik ucapan bahasa yang ada, simaklah kata Buya Hamka apa yang diucapkan didalam shalat, kita memulainya dengan kalimah “Allahu Akbar,” bibir mengucapkan kalimah suci, hati bergetar dengan ucapan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar jika dibaca dengan hati dan pemahaman yang dalam akan menyadarkan manusia akan posisi siapa Saya, simaklah kehidupan dunia ini, ketika orang diangkat menjadi Lurah, mula-mula berubah segala gaya kehidupannya, seakan-akan tak ada lagi orang yang lebih besar dari padanya yang dulunya ramah kini sudah pendiam seperti orang sakit gigi, jalan dielok-elokkan, kening dikerut-kerutkan seperti orang berfikir keras, tak hanya dirinya yang berubah, anak dan keluarga ikut-ikutan pula berubah total, tak lama sesudah diri merasa terlalu besar, datanglah Camat ketempat Lurah itu, menekur Kepala Lurah tadi, berkeringat dingin badan rasanya, karena merasa diri yang tadinya besar kini terasa kecil, rupanya ada yang lebih tinggi dari jabatan yang dimiliki.
Maklumlah seorang Camat, disaku ada “menggo” bertengger, pergi ke kantor sudah dengan mobil ber plat merah, sudah pakai supir segala, mula-mula seperti “kuduang” dapat cincin, sudah lempang pula tangan berjalan, sudah menghadap kemata hari pula ketika berjalan, seakan akan diri sudah yang terbesar, rupanya dihadapan Bupati menggigil lutut Pak Camat, berlinang-linang saja air mata, terasa diri sangat kecil, lunglai jalannya sesudah itu, tak lama sesudah Bupati merasa seperti seorang raja, karena ketika bicara tak ada yang menyanggah, makan dan minum dibiayai Negara, pakai ajudan dan sespri segala, ruangan pakai AC pendingin, mobil begitu pula, rumah pakai pengaman, dalam mematut-matut diri datanglah panggilan Pak Gubernur, tak tentu arah Bupati jadinya, entah apa pula kesalahan yang diperbuat, sempit kerongkongan dirasakan, bergegas dia datang menghadap, disusunnya jari dihadapan Gubenur, diletakkan tangan diatas paha, dilurusksannya ujung sepatu, ditanya satu dijawab satu, tiap sebentar dilap juga kening oleh Pak Bupati, karena peluh datang tanpa diundang, terasa benar kecil dirinya.
Tak menunggu waktu yang begitu lama dipanggil pula Gubernur oleh Presiden, agak kaku suara yang memanggil, tergopoh-gopoh Pak Gubernur mempersiapkan segala sesuatu, dipanggil ini dipanggil itu sebagai bahan yang akan dibawa, segala urusan yang lain ditinggalkan, tak lama sesudah itu, diruangan tamu Kepala Negara duduklah Gubernur menunggu titah dari sang Presiden, berpeluh dingin Gubenur dibuatnya, terasa benar kecilnya diri, selesai titah sang Presiden Gubernur pergi dan tinggallah Presiden dalam kesendirian, sedang merenung-renung diri, terdengarlah suara azan berkumandang, bergegas Pak Presiden mengambil wuduk, lalu ditelentangkannya sajadah, diangkat kedua tangan dan diucapkan Allahu Akbar, khusuk shalat sang Presiden dia rukuk dan dia sujud menghambakan diri kehadiratNya, dalam nuansa itu terasa diri menjadi kecil, itu pertanda bahwa masih ada yang paling besar ialah Allah SWT.
Didalam Mesjid yang begitu besar, diisi oleh orang-orang yang merasa besar, hening bagai ditengah malam buta, semua terpaku menyadari akan isi yang disampaikan, karena semua yang diperkatakan oleh Buya Hamka benar adanya, seakan akan ceramah itu menyindir siapa saja yang mendengar saat itu.
Ceramah itu sudah lama berlalu yang menyampaikan sudah dialam barzah, sebagian yang mendengar telah banyak pula yang dipanggil menghadapNya, tetapi isi ceramah masih dapat dijadikan sebagai cermin pengukur diri, masih relevan untuk menyadarkan akan “siapa Saya,” masih dapat dijadikan sebagai reverensi, bahwa diatas langit masih ada langit, bahwa hidup akan berputar, tak ada yang abadi didunia ini yang hari ini diatas pada saatnya akan dibawah juga, paling tidak ketika ajal menjemputnya, dia akan dikubur diperut bumi, oleh karena itu untuk apa sombong dengan jabatan dan harta yang dimiliki, karena pada akhirnya dia akan meninggalkan kita juga, atau kita yang meninggalkannya, untuk apa pula mengganggap diri terlalu besar dan terlalu tinggi, karena pasti ada yang lebih tinggi dan besar dari yang dimiliki, diatas langit pasti ada langit lagi. ***
Quote
Lucas Scott Qoute's
-“Regret comes in all shapes and sizes. Some are small like when we do a bad thing for a good reason. Some are bigger like when you let down a friend. Some of us escape the pain of regret by making the right choice. Some of us have little time for regret because we're looking forward to the future. Sometimes we have to fight to come to terms with the past, and sometimes we bury our regret by promising to change your own ways.
But, our biggest regrets are not for the things we did -- but, for the things we didn't do. Things we didn't say that could've save someone that we care about. Especially when we can see the dark storm that's headed their way."
-“Truth is still absolute. Believe that. Even when that truth is hard and cold, and more painful than you've ever imagined. And even when truth is more cruel than any lie.”
-It's always gonna be there, isn't it? You and me.
-Does this darkness have a name? This cruelty this hatred. How did it find us, did it steal into our lives or did we seek it out and embrace it? What happened to us that we now send our children into the world like we send young men to war, hoping for their safe return but knowing some will be lost along the way. When did we lose our way? Consumed by the shadows swallowed whole by the darkness. Does this darkness have a name...is it your name?
-John Steinbeck once wrote, 'Change comes like a little wind that ruffles the curtains at dawn, and it comes like a stealthy perfume of wildflowers hidden in the grass.'
-Remember tonight, for it is the beginning of always.
A promise. Like a reward for persisting through life so long alone.
A belief in each other and the possibility of love.
A decision to ignore, simply rise above the pain of the past.
A covenant, which at once binds two souls and yet severs prior ties.
A celebration of the chance taken and the challenge that lies ahead.
For two will always be stronger than one, like a team braced against the tempest civil world.
And love will always be the guiding force in our lives. For tonight is mere formality.
Only an announcement to the world of feelings long held. Promises made long ago.
In the sacred spaces of our hearts.
-If you could go back and change just one thing about your life, would you? and if you did, would that change make your life better? Or would that change ultimately break your heart? or break the heart of another? would you choose an entirely different path? or would you change just one thing? just one moment. one moment that you always wanted back..
-Lucas quoting Ralph Waldo Emerson: 'There is no privacy that cannot be penetrated. No secret can be kept in the civilized world. Society is a masked ball where everyone hides his real character and reveals it by hiding.'
-Who knows where life will take you, the road is long and in the end the journey is the destination.
-The heart knows reason which reason does not know
-Do you ever wonder if we make moments in our lives, or if the moments in our lives make us?
-Happiness comes in many forms.
In the company of good friends,
in the feeling you get when you make someone else’s dreams come true,or in a promise of hope renewed.
It’s ok to let yourself be happy,
because you never know how great that happiness might be.
Sometimes pain becomes such a huge part of your life,
that you expect it to always be there,
because you can’t remember a time in your life when it wasn’t.
But then one day you feel something else.
Something that feels wrong only because it’s so unfamiliar,
and in that moment you realize you’re happy.
-Passion unattended is a flame that burns to its own destruction.
-It doesn't mean anything if you can't hit the shot
-There comes a time when every life goes off course. In this desperate moment you must choose your direction. Will you fight to stay on the path while others tell you who you are? Or will you label yourself? Will you be honored by your choice? Or will you embrace your new path? Each morning you choose to move forward or to simply give up.
-Stephen King once wrote: "Time takes it all, whether you want it to or not. Time takes it all, time bears it away, and in the end there is only darkness. Sometimes we find others in that darkness, and sometimes we lose them there again."
-Have you ever wondered what marks our time here? If one life can really make an impact on the world? Or if the choices we make matter? I believe they do. And I believe that one man can change many lives... for better or worse!
-E.E. Cummings once wrote: 'To be nobody but yourself- in a world which is doing its best, night and day, to make you everybody else- means to fight the hardest battle which any human being can fight; and never stop fighting.'
-There are moments in our lives when we find ourselves at a crossroads. The choices we make in those moments can define the rest of our days. And, of course when faced with the unknown, most of us prefer to turn around and go back.
-William Shakespeare once wrote: 'Love is not love which alters when it alteration finds. It is an ever fixed mark that looks on tempests and is never shaken. Love alters not with time’s brief hours and weeks, but bears it out even to the edge of doom.'
-Robert Louis Stevenson once wrote: You cannot run away from a weakness; you must sometimes fight it out or perish.
-Sometimes it's easy to feel like you're the only one in the world who's struggling, who's frustrated, or unsatisfied at barely getting by. But, that feeling is a lie and if you just hold on; just find the courage to face it all for another day, someone or something will find the way and make it all okay. Because we all need a little help sometimes, someone to help us hear the music in the world. To remind us that it won’t always be this way. That someone is out there, and that someone will find you.
-What's more important? What we become, or how we become it?
-Just think, you could be a big part of someone else's life and not know it.
-“Regret comes in all shapes and sizes. Some are small like when we do a bad thing for a good reason. Some are bigger like when you let down a friend. Some of us escape the pain of regret by making the right choice. Some of us have little time for regret because we're looking forward to the future. Sometimes we have to fight to come to terms with the past, and sometimes we bury our regret by promising to change your own ways.
But, our biggest regrets are not for the things we did -- but, for the things we didn't do. Things we didn't say that could've save someone that we care about. Especially when we can see the dark storm that's headed their way."
-“Truth is still absolute. Believe that. Even when that truth is hard and cold, and more painful than you've ever imagined. And even when truth is more cruel than any lie.”
-It's always gonna be there, isn't it? You and me.
-Does this darkness have a name? This cruelty this hatred. How did it find us, did it steal into our lives or did we seek it out and embrace it? What happened to us that we now send our children into the world like we send young men to war, hoping for their safe return but knowing some will be lost along the way. When did we lose our way? Consumed by the shadows swallowed whole by the darkness. Does this darkness have a name...is it your name?
-John Steinbeck once wrote, 'Change comes like a little wind that ruffles the curtains at dawn, and it comes like a stealthy perfume of wildflowers hidden in the grass.'
-Remember tonight, for it is the beginning of always.
A promise. Like a reward for persisting through life so long alone.
A belief in each other and the possibility of love.
A decision to ignore, simply rise above the pain of the past.
A covenant, which at once binds two souls and yet severs prior ties.
A celebration of the chance taken and the challenge that lies ahead.
For two will always be stronger than one, like a team braced against the tempest civil world.
And love will always be the guiding force in our lives. For tonight is mere formality.
Only an announcement to the world of feelings long held. Promises made long ago.
In the sacred spaces of our hearts.
-If you could go back and change just one thing about your life, would you? and if you did, would that change make your life better? Or would that change ultimately break your heart? or break the heart of another? would you choose an entirely different path? or would you change just one thing? just one moment. one moment that you always wanted back..
-Lucas quoting Ralph Waldo Emerson: 'There is no privacy that cannot be penetrated. No secret can be kept in the civilized world. Society is a masked ball where everyone hides his real character and reveals it by hiding.'
-Who knows where life will take you, the road is long and in the end the journey is the destination.
-The heart knows reason which reason does not know
-Do you ever wonder if we make moments in our lives, or if the moments in our lives make us?
-Happiness comes in many forms.
In the company of good friends,
in the feeling you get when you make someone else’s dreams come true,or in a promise of hope renewed.
It’s ok to let yourself be happy,
because you never know how great that happiness might be.
Sometimes pain becomes such a huge part of your life,
that you expect it to always be there,
because you can’t remember a time in your life when it wasn’t.
But then one day you feel something else.
Something that feels wrong only because it’s so unfamiliar,
and in that moment you realize you’re happy.
-Passion unattended is a flame that burns to its own destruction.
-It doesn't mean anything if you can't hit the shot
-There comes a time when every life goes off course. In this desperate moment you must choose your direction. Will you fight to stay on the path while others tell you who you are? Or will you label yourself? Will you be honored by your choice? Or will you embrace your new path? Each morning you choose to move forward or to simply give up.
-Stephen King once wrote: "Time takes it all, whether you want it to or not. Time takes it all, time bears it away, and in the end there is only darkness. Sometimes we find others in that darkness, and sometimes we lose them there again."
-Have you ever wondered what marks our time here? If one life can really make an impact on the world? Or if the choices we make matter? I believe they do. And I believe that one man can change many lives... for better or worse!
-E.E. Cummings once wrote: 'To be nobody but yourself- in a world which is doing its best, night and day, to make you everybody else- means to fight the hardest battle which any human being can fight; and never stop fighting.'
-There are moments in our lives when we find ourselves at a crossroads. The choices we make in those moments can define the rest of our days. And, of course when faced with the unknown, most of us prefer to turn around and go back.
-William Shakespeare once wrote: 'Love is not love which alters when it alteration finds. It is an ever fixed mark that looks on tempests and is never shaken. Love alters not with time’s brief hours and weeks, but bears it out even to the edge of doom.'
-Robert Louis Stevenson once wrote: You cannot run away from a weakness; you must sometimes fight it out or perish.
-Sometimes it's easy to feel like you're the only one in the world who's struggling, who's frustrated, or unsatisfied at barely getting by. But, that feeling is a lie and if you just hold on; just find the courage to face it all for another day, someone or something will find the way and make it all okay. Because we all need a little help sometimes, someone to help us hear the music in the world. To remind us that it won’t always be this way. That someone is out there, and that someone will find you.
-What's more important? What we become, or how we become it?
-Just think, you could be a big part of someone else's life and not know it.
Ucapan Selamat Malam 2012
Buat anda yang ingin mengucapkan sesuatu yang special untuk kekasih anda sebelum tidur ada baiknya anda menyiapkan sebuah kata kata romantis untuk di berikan kepada pacar anda melalu SMS sebagai rangkaian ucapan selamat tidur. Well, langusng saja yuks seperti apa kata kata sms ucapan selamat tidur untuk pacar yang paling romantis? Cekidoott...
Kata Kata Ucapan Selamat Tidur
ketika malam datang ingat lah bahwa ku selalu memikirkan mu dan bermimpilah dengan khayalan indah mu ,saat itulah ku akan menyempurnakan mimpi-mimpi indah mu.
=========================================
Kata Kata Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
Met tidur sayang semoga tidurmu senyenyak sayangmu padaku
=========================================
Kata Kata Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
Sayang....malam ini indah banget yah. Malam yang indah ini gak akan kalah indahnya qo saat qm lagi bobo. Met tidur ya sayang...
=========================================
Kata Kata Romantis Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
MeT Tidur ya SayangQu CantikQu yang Paling ImoEt. Semoga kalau qm bobo bisa mimpiin aq ya sayang. mmmuuuuaACh
=========================================
Kata Kata Romantis Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
Kecupan ciuman hangat melalui SMS ini akan menjadi penghatar cintaqu sebelum qm tidur. Met Tidur ya sayang... Jangan lupa besok bangun pagi. Mmmuuuuacchhhhhhhhhhhhhhhh..
Pejamkanlah matamu sbelum tertidur,
=========================================
Kata Kata Romantis Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
mimpilah dlm dekapan sang rembulan malam
karena mimpi itu kan jd nyata
krn dlm mimpimu masih ada org yg mnyayangi & mngasihimu.
=========================================
Kata Kata Romantis Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
Larut blm menyapa, ucapkan do’a mana kala jiwamu msh pcya pd kuasa Nya, moga indahnya sinar rembulan sll mnyapa,,
Have a nice dream,,,
=========================================
Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
Q mw pamit ma km, maafin klu slama Qta kenal Q pnya slh, mngkin wktu km bca smS ini Q udah g bs tmni km lg
Bye,,
G usah Sedihgt,,
Q cm prgi
Bobo’, hehe,,
=========================================
Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
“Hiasi tidurmu dg bantal CINTA”
“Jadikan PUJAAN hatimu sbg gulingnya”
“selimuti tidurmu dg KASIH SAYANG”
“Pasti pagi yg indah akn km dpt saat km buka mata!!”
Good night, moga mimpi indah…
=========================================
Ucapan Selamat Tidur
Malam yang dingin ini aq mau ngucapin met bobo ya Rina. Semoga Tidurmu nyenyak dan Pagimu bisa membuatmu lebih Fress
=========================================
Kata Kata Romantis Ucapan Selamat Tidur Untuk Pacar
ejamkan mata sebelum larut menyapa, ucapkan do’a jk jiwamu msi pcy ataz kuasa Nya, smoga pagi kan menyapa, met bobok smoga tangkai mimpi tak prnah patah menemani tidurmu sayangQ.
=========================================
Ucapan Selamat Tidur
Pagi udah, Siang Udah Sekarang tibalah malam hari dan tibalah juga untuk tidur. Met Tidur ya....Have a nice dream ^_*
=========================================
Ucapan Selamat Tidur
Ketika aq mengigatmu pasti saat aq bertemu qm. Tapi aq bisa mengigatmu saat aq tidur juga logh..Met tidur ya sayang. Have a nice dream ^_*..Muaaach
=========================================
sebening embun pagi,
secerah mentari sore,
ketika hati ini tersenyum
untuk sekejap
selamat istirahat, kawan karib
semoga tidurmu lelap
bersama mimpimu
biduk berlalu
tepian tak bergeming
mentari meredup
sembunyikan sinarnya
seiring ode malam
menghantar ke peraduan
selamat malam sobatku,
moga esok lebih baik
fajar kan bersinar
seiring dengan rasa rindu
yang menyelimuti hati
walaupun hanya
sepenggal
namun berarti banyak
selamat tidur
doaku ada bersamamu
lembayung senja memudar
berganti dengan desah angin malam
ketika sang pujangga
melantunkan ode malam
selamat tidur
moga minggu ini kan bawa
berkah-Nya untukmu
rasa nyaman itu
tak bisa hilang,
asa itu memudar
seperti bara yang
kehilangan panas,
pelita itu masih
ada walau redup
selamat tidur
semoga indah
bunga tidurmu
mendung menggantung
tanda nyanyian hujan kan datang
rindu masih ada
dan cemburu menemaninya
ketakterwujudan adalah sakit
yang tertunda
terimalah rindu dan cemburu
untaian kata terjalin
kalimat tak bernada
menggapai rasa rindu
dalam bayang malam
bersama kecewa dalam buaian
selamat tidur, doa dan salamku
untukmu
ketika fajar kembali ke peraduan
dan angin malam berdesir
menyanyikan lullaby tidur
hati ini bergejolak
menahan rindu dendam
selamat malam
moga tidurmu lelap
secangkir bahagia
setitik awal
langkah perlahan
adalah
awal dari asa yang tertunda
met bubu
gempita musik seakan menghalau duka
bingar suara bicara seakan mengundang asa
lekuk tubuh sang penari mengajak cinta
tidurlah dalam damai
esok jelang dengan asa
kala kegalauan singgah dalam dada
kala gamang menjadi teman berduka
sang penyair rebahkan khayalan
moga hari ini kan cepat
melintas batas
mentari kan bersinar
embun pagi mengupas hati
mengharap asa kan bersemi
selamat tidur
semoga minggu ini lebih baik
dan bawa berkah untuk kita
cinta yang kau bangun
di dalam hatiku
perlahan-lahan tlah kau
runtuhkan sendiri
jatuh air mataku
untuk tiap kepingnya
puas tangisku
di reruntuhan puingnya
kaulah yang tlah membangunnya
kau jugalah yang berhak
mengambilnya
tak ada hakku untuk melarang
kau ambil apa yang menjadi
milikmu
desir angin menyampaikan salam
bintang seolah tersenyum
buana beristirahat
selamat malam
moga buaian peraduan melelapkan dirimu
selamat tidur
semilir angin malam berbisik
ketika rembulan naik ke tempat yang tinggi
sang hamba melantunkan doa
semoga diberi perlindunganNya
selamat tidur, doaku menyertaimu
lembayung senja membayang di pelupuk
kala burung-burung kembali ke sarangnya
lelap berselimut mimpi
kelam berkawan damai
terima kasih atas puisi yang indah
pandangan itu selalu tersenyum
langkah tak berarah seolah mengajak pergi
sisa purnama seakan menggoda hati
selamat tidur
lelaplah bersama bunga tidurmu
waktu berjalan meniti hari
ketika bintang pacarkan terang
walaupun kecil namun memberi arti banyak
selamat tidur
semoga esok kan jelang bahagia untukmu
kelam kan berlalu
mendung menepis duka
seakan doa terjawab
berkah fajar akan kemurnian hati
met bubuk
ketika hati terketuk
ketika pelangi berbias cinta
ketika kasih berbenih rindu
hati ini hanya diam dalam suka
met bubuk
layaknya hari,
segala yang berawal
pasti kan berakhir
jutaan benih cinta
lahir di hari ini
jutaan lainnya mati
kekeringan
salah satunya adalah milikku
maka kuucapkan selamat tinggal
kepada hari ini dan kujelang
hari esok
tanpa cinta …
selamat malam …
=========================================
Ucapan Selamat Tidur
saat malm menghampiri….
ketika bulan dan bintang menemani…
yakinlah terselip do’a untukmu…
jadikan malm ini indah untukmu…
met bubu’ chayank…
mimpi indah untukmu slalu…
Ketika mentari tenggelam di peraduan…
Ketika asa terpendam di dalam raga…
Ada setitik harapan terkuak…
Semoga hari esok menjadi indah…
Met malam…’ve a nice dream friend’s
=========================================
Bilaa paagi taadi kaau maaraah paadaaku..
Maakaa sore ini maaaafkaanlaah aaku……
Bilaa sore ini maaaafmu maasih semaahaal guyuraan aair musim kemaaraau….
Maakaa saambutlaah maalaammu…
Dengaan semuaa senyum….
Jaangaan membenciku…
Bilaa kaau maasih membenciku…..
Kaataakaan dengaan jujur di mimpi maalaam ini..
met tidur saayaang…
Doaaku aakaan jaagaa tidur maanismu…
Saambutlaah..
Maalaam ini sunyi…..
Taak aadaa bintaang……
Bulaanpun maasih maalu….
Taapi aangaanku tetaap menembus baataas mimpimu…
Maalaam ini aaku ingin mengusaap…..
Maataa indaahmu yaang kemaarin baasaah menaangis….
Kebenciaanmu tlaah kaau ungkaapkaan…
Meski lewaat tetes demi tetes aair maataa pengaaduaanmu….
Saayaang…
Lihaatlaah…
Bintaang itu cumaa saatu…
Kaarnaa iaa yaang paaling teraang…..
Seperti do’aaku maalaam ini…
Jaagaa tidurmu….daan saampaaikaan saalaamku paadaa maalaaikaat kecil yaang di saamping menjaagaamu.
Selamat Malam
Mimpimu maalaam ini ku haaraap indaah.
Seindaah aapaa yaang kaau lihaat saaaat bungaa2 merekaah..
Di taamaan mimpimu bertemaan dengaan paaraa peri.
Meraasaakaan Kehaarumaan bungaa2 taak berduri..
Semogaa haaraapaan esok kaan terwujud nyaataa.
Mengiringi aangaan yaang selaamaa ini menyaapaa..
Semogaa bungaa haatimu senaantiaasaa tersiraami oleh sejutaa kaasih saayaang.
Daan kaan tetaap mekaar,
Menyebaarkaan kehaarumaan yaang taakkaan pernaah hilaang..
Selaamaat tidur saayaang..
mendung menggaantung
taandaa nyaanyiaan hujaan kaan daataang
rindu maasih aadaa
daan cemburu menemaaninyaa
ketaakterwujudaan aadaalaah saakit
yaang tertundaa
terimaalaah rindu daan cemburu
biduk berlaalu
tepiaan taak bergeming
mentaari meredup
sembunyikaan sinaarnyaa
seiring ode maalaam
menghaantaar ke peraaduaan
selaamaat maalaam sobaatku,
mogaa esok lebih baaik
raasaa nyaamaan itu
taak bisaa hilaang,
aasaa itu memudaar
seperti baaraa yaang
kehilaangaan paanaas,
pelitaa itu maasih
aadaa waalaau redup
selaamaat tidur
semogaa indaah
bungaa tidurmu
Nah itulah beberapa kata kata SMS Selamat Tidur .. semoga bermanfaat.. :D
something
expect something that has been lost. . . :-))
Gimana Yah, , susah nih buat ngungkapin ma kata", , hehe. .
Gimana Yah, , susah nih buat ngungkapin ma kata", , hehe. .
Langganan:
Postingan (Atom)
